Gus Yaqut : Kementerian agama sebagai "hadiah negara" kepada Nahdlatul Ulama atau NU

Kementerian agama sebagai "hadiah negara"
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut menyebut kementerian agama sebagai "hadiah negara" kepada Nahdlatul Ulama atau NU. Pernyataan Gus Yaqut itu disampaikan dalam webinar internasional RMIPBNU dan diunggah ke akun YouTube TVNU, Rabu (10/10/2021).

Pada acara tersebut, Gus Yaqut pertama kali berbicara tentang sedikit perdebatan di kementerian ketika berbicara dari kementerian agama. Kemudian ia mengungkapkan ingin mengubah logo atau motto Kementerian Agama, “Ikhlas Beramal”. Yang namanya ikhlas dalam hati, betapa ikhlas yang tertulis ya itu menunjukkan tidak ikhlas,” kata Gus Yaqut.

Menurut Gus Yaqut, perdebatan tentang asal-usul Kementerian Agama terus berlanjut. Gus Yaqut menuturkan, ada seorang Ustaz yang saat itu tidak setuju dengan Kementerian Agama yang mengurusi semua agama.

Kementerian Agama adalah hadiah negara untuk umat Islam. Saya katakan tidak, 'Kementerian Agama adalah hadiah negara untuk PBB', 'bukan untuk umat Islam pada umumnya, tetapi khusus untuk PBB'. Itu di Kemenag karena penghargaan itu untuk NU,” kata Gus Yaqut.

Gus Yaqut juga menjelaskan sehubungan dengan sejarah berdirinya Kementerian Agama akibat penghapusan Tujuh Kaya dalam Piagam Jakarta. Menurutnya, tokoh-tokoh PBB saat itu berperan penting sebagai pembawa damai setelah tujuh kata "Keyakinan dengan kewajiban menjalankan Syariat Islam bagi pemeluknya" dihapuskan dalam Piagam Jakarta. Mbah Wahab Chasbullah menyarankan menjadi pembawa damai untuk eliminasi.

Kemudian lahirlah Kementerian Agama,” ujarnya. Nah, tak usah diragukan lagi kami tanyakan kepada Dirjen Pondok Pesantren, dan kami sudah banyak testimoni dari pihak pondok pesantren dan santri NU Jamiyah.

Komentar